Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cedera Yang Dialami Seseorang Saat Olahraga Dapat Disebabkan Karena Kurangnya

Berolahraga adalah kegiatan yang baik untuk kesehatan tubuh dan jiwa. Namun, berolahraga juga bisa menimbulkan risiko cedera jika tidak dilakukan dengan benar dan hati-hati. Cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh selama olahraga akibat suatu ketidaksengajaan (kecelakaan) maupun kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. 

Cedera olahraga bisa mengganggu aktivitas dan kualitas hidup seseorang, bahkan bisa menyebabkan komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Cedera Yang Dialami Seseorang Saat Olahraga Dapat Disebabkan Karena Kurangnya

Penyebab Cedera dalam Berolahraga

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan cedera dalam berolahraga, antara lain:
  • Pemanasan yang masih kurang atau tidak melakukan pemanasan.
  • Penggunaan alat olahraga yang tidak sesuai.
  • Gerakan berulang yang terlalu banyak, terlalu cepat, dan dalam waktu yang lama (overuse).
  • Otot yang lemah.
  • Lingkungan yang tidak tepat atau kurang baik dalam melakukan olahraga.
  • Pengobatan yang tidak tuntas setelah injuri.
  • Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berolahraga.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga, memilih alat olahraga yang sesuai dengan jenis dan intensitas olahraga, mengatur durasi dan frekuensi olahraga, memperkuat otot dengan latihan khusus, memilih tempat olahraga yang aman dan nyaman, serta berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Baca Juga : Olahraga Yang Teratur Memberikan Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh Diantaranya

Jenis Cedera dalam Berolahraga

Cedera dalam berolahraga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu cedera akut dan cedera kronis. Cedera akut adalah cedera yang terjadi secara tiba-tiba dan mendadak saat berolahraga, seperti jatuh, terbentur, atau tersangkut. 

Cedera kronis adalah cedera yang terjadi secara bertahap akibat gerakan berulang atau overuse saat berolahraga. Beberapa contoh cedera akut dan kronis dalam berolahraga adalah:
  • Keseleo Terjadi ketika ligamen atau jaringan penghubung antara tulang robek atau rusak akibat gerakan yang melampaui batas normal sendi. Nyeri, bengkak, memar, sulit digerakkan.
  • Cedera lutut Terjadi ketika ada kerusakan pada struktur lutut seperti ligamen, meniskus, tulang rawan, atau tendon. Bisa disebabkan oleh benturan keras, gerakan mendadak, atau overuse. Nyeri, bengkak, kaku, sulit menekuk atau meluruskan lutut.
  • Otot bengkak Terjadi ketika ada robekan pada serat otot akibat gerakan yang terlalu kuat atau tiba-tiba. Bisa juga disebabkan oleh benturan atau trauma pada otot. Nyeri, bengkak, memar, sulit menggerakkan otot yang terkena.
  • Cedera tendon Terjadi ketika ada peradangan atau robekan pada tendon atau jaringan penghubung antara otot dan tulang. Bisa disebabkan oleh overuse atau gerakan yang terlalu kuat. Nyeri, bengkak, kemerahan, sulit menggerakkan anggota tubuh yang terkena.
  • Fraktur Terjadi ketika ada retakan atau patahan pada tulang akibat benturan keras, jatuh, atau tekanan berlebih. Nyeri hebat, bengkak, memar, deformitas pada tulang yang patah.
  • Disklokasi Terjadi ketika ada pergeseran pada posisi tulang yang seharusnya berada di dalam sendi akibat benturan keras atau gerakan yang tidak normal. Nyeri hebat, bengkak, memar, deformitas pada sendi yang tergeser.
  • Kram Terjadi ketika ada kontraksi mendadak dan tidak terkontrol pada otot akibat dehidrasi, kelelahan, atau kekurangan elektrolit. Nyeri tajam dan tiba-tiba pada otot yang terkena, otot menjadi kaku dan sulit digerakkan.

Cara Mengatasi Cedera dalam Berolahraga

Cara mengatasi cedera dalam berolahraga tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera. Namun, ada beberapa langkah umum yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama jika mengalami cedera saat berolahraga :
  • Hentikan segala aktivitas olahraga dan istirahatkan anggota tubuh yang terkena cedera.
  • Kompres bagian tubuh yang cedera dengan es batu yang dibungkus kain selama 15-20 menit setiap 2-3 jam untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  • Balut bagian tubuh yang cedera dengan perban elastis untuk memberikan tekanan dan menstabilkan posisi tulang atau sendi yang cedera.
  • Angkat bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah dan bengkak.
  • Minum obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis dan aturan pakai.
  • Jika cedera berat seperti fraktur atau disklokasi, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  • Jika cedera ringan seperti keseleo atau kram, lakukan peregangan secara perlahan dan bertahap setelah nyeri dan bengkak berkurang untuk memulihkan fungsi otot dan sendi.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca olahraga.web.id. 😊

Post a Comment for "Cedera Yang Dialami Seseorang Saat Olahraga Dapat Disebabkan Karena Kurangnya"